Telat ga sih hari gini jadi UX Designer? 🤔

Di salah satu sesi ngajar gue bareng Skilvul ada yang bertanya gitu. Begini jawaban gue...

Telat gak sih belajar UX Design?

Sayangnya sesi tanya-jawab bersifat satu arah, jadi gue gak bisa klarifikasi apa sih yang sebenarnya yang ada di pikiran si pemberi pertanyaan. Gue cuma wondering ada gak yah yang merasa telat untuk menjadi dokter, akuntan atau pengacara?

Alhasil jawaban gue dengan beberapa spekulasinya begini...

Spekulasi #1: UX design dianggap cuma sebuah bidang pekerjaan yang sedang trend saja

Asumsi pertama gue adalah beberapa orang mungkin merasa UX design hanya sebuah bidang yang sedang trend saja. Misal, kalau kedepannya tidak lagi menggunakan websites / mobile apps gimana donk?

Okay, yang seperti begini mindsetnya perlu digeser sih dari memahami UX designer sebagai sebuah bidang mendesain hanya pada spesifik platform/device menjadi sebuah bidang yang mendesain suatu pengalaman (experience) bagaimana manusia berinteraksi dengan teknologi. Nurut gue, pemikiran begini akan membawa kamu melihat dengan horizon yang lebih luas tentang UX.

Teknologi akan selalu berkembang. Sekalipun mungkin kedepannya tidak ada lagi tampilan layar (User Interface), tapi akan selalu ada yang namanya hubungan manusia dengan teknologi. Kecuali pada suatu masa, manusia memutuskan untuk meninggalkan sebuah peradaban dengan teknologi sih.

Jadi perbesar frame kamu untuk melihat dari mendesain aplikasi mobile/website menjadi mendesain pengalaman manusia dengan teknologi (UX).

Nah, bicara soal memperbesar frame, ada kisah seorang designer yang lebih ekstrim. Pernah dengar Raymond Loewy (1893—1986)?

Beliau adalah seorang industrial designer yang pernah mendesain apa saja mulai dari logo, produk, sampai ke pesawat terbang, kereta dan mobil! Beberapa karyanya seperti Shell, Exxon, BP Logos, botol Coca Cola, packaging untuk Lucky Strike dan masih banyak lagi.

Raymond Loewy

Keren banget gak sih? Prediksi gue, kalau Raymond masih hidup di jaman sekarang mungkin dia sedang mendesain mobile apps, metaverse atau ikutan proyek-proyek lain yang super inovatif.

Framenya bukan lagi logo designer atau web designer atau packaging designer tapi DESIGNER.

Spekulasi #2: Demand-nya UX design akan turun

Nuansa lainnya yang gw tangkap adalah “UX designer kan sempat disebut-sebut oleh media sebagai salah satu dari pekerjaan yang paling dicari di abad ini. “. Kayaknya kalau ngomongin demand gini perlu ada risetnya yang jelas. Ini beberapa riset yang berhasil gue kumpulin:

  • Niesel Norman Group: Permintaan untuk desainer UX/UI meningkat. Ada peningkatan 323% dalam minat pada pekerjaan sebagai UI designer dan 289% dalam pekerjaan sebagai UX designenr pada tahun 2020. Selengkapnya
  • Niesel Norman Group: Prediksi dalam 100 tahun kedepan (dari tahun 1950 - 2050), UX akan berkembang berlipat-lipat. Selengkapnya
  • The U.S. Bureau of Labor Statistics: Permintaan industri akan UX Designer akan terus berkembang dari tahun ke tahun sebesar 3% hingga tahun 2028.

Sayangnya gue belum nemuin riset dari Indonesia. Kalau ada yang nemuin boleh share yah.

Gue percaya demandnya sih akan selalu naik trendnya. 5-10 tahun lalu permintaan UX designer masih didominasi oleh startup teknologi, tetapi sekarang perusahaan-perusahaan yang sudah lebih mature dan puluhan tahun berdiri pun mulai mengadopsi teknologi dan design.

Terakhir, nurut gue kalau dah belajar UX design, gak jadi UX designer gapapa donk...

Ketika kamu belajar UX Design, gue rasa bakal membuka kesempatan-kesempatan lainnya. Kamu jadi lebih paham tentang mengembangkan sebuah produk digital dari problem yang masih abstrak sampai ke produk nyata yang kamu luncurkan sendiri.

Ada banyak hal (mindset, knowledge, skillset) terkait produk yang bisa kamu peroleh lewat belajar mendesain UX.

Jangan batasi pikiran kamu sampai kamu membatasi langkahmu untuk berkembang menjadi lebih baik. Buat yang hari-hari ini lagi baru mulai mendalami bidang UX Design ini, enjoy the ride! 🎢

Cheers